Bentuk Dada Merpati Kolongan Juara

Pada perlombaan merpati kolongan, ring atasnya lebih sempit jika dibandingkan dengan ukuran ring atas pada merpati kalangan yang menggunakan patek. Ring atas ini berbentuk segi empat yang lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan garis segi empat antar tiang. Hal ini sangat sulit. Tidak semua merpati tinggian mampu melakukannya karena burung harus bisa terbang tinggi, turun dari arah jam 12 atau loncat. Hanya burung tinggian asli yang mampu melakukan setiap rintangan lomba. Bagi penggemar merpati kolongan, ini merupakan ilmu tingkat tinggi, memiliki nilai seni tersendiri.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya anda melihat tulisan saya mengenai ciri Merpati Kolongan Juara.

3Jika kita membahas bentuk dada yang ideal untuk merpati kolongan, saya cenderung memilih bentuk dada yang besar. Persis kayak jantung pisang kepok (Kalau pisang kepok nggak ada mah, pisang ambon juga boleh hehehe…) Burung seperti ini memiliki kecepatan yang luar biasa jika turun dari arah jam 12. Namun, burung seperti ini memiliki proporsi tubuh yang terlalu berat ke depan sehingga cenderung mudah untuk menurunkan ketinggian. Akibatnya, saya khawatir ring atas menjadi tidak aman.

Namun, burung yang memiliki bentuk dada yang besar bukan berarti jelek. Secara pribadi, saya suka dengan jenis ini. Asalkan burung ini memiliki bulu yang sangat bagus, sayap super cekung, sayap panjang dan lebar yang full sehingga kelemahannya tadi dapat teratasi. Burung tetap mampu terbang dengan konsisten dengan efesiensi energi yang bagus pula. Ya tentu saja ciri yang lain pun harus masuk kriteria sehingga ia bisa terbang tinggi, masuk ring, dan jatuh di betinanya dengan cepat.   

Jika dideskripsikan, burung merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar harus/ wajib punya ciri yang ada di artikel Merpati Kolongan Juara dengan sedikit tambahan sehingga jika digambarkan akan menjadi seperti di bawah ini.

Memiliki Bulu yang Sangat Bagus

Burung merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar harus/ wajib memiliki bulu yang sangat bagus. Ingat, bukan hanya bagus, tapi super bagus.

Bulu adalah faktor yang paling penting bagi merpati tinggian. Seekor burung merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar harus/ wajib memiliki bulu yang sangat kering dan berbulu tebal karena hanya bulu seperti itulah yang mampu membuat burung dapat terbang dari start sampai kalang, kemudian terbang lagi, dan terbang lagi tanpa harus menclok atau mogok ditengah jalan. Karena bulu yang seperti itu seekor burung kolongan berdada besar mampu menjadi juara, bekerja secara konsisten dari pertama giring (hari Rabu), ketika latihan, dan ketika diadu (Sabtu, Minggu) dan konsisten bekerja dari pagi hingga sore.

Jika burung merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar memiliki bulu kering biasa saja atau bahkan basah maka ia tidak dapat terbang dari start sampai kalang dengan sukses, mogok ditengah jalan. Hal ini membuat  burung bekerja dengan tidak konsisten. Misalnya pagi bekerja dengan bagus, tapi sore malah jelek. Atau misal dari pertama giring (hari Rabu), ketika latihan sampai hari Jumat, burung bekerja dengan baik. Akan tetapi  ketika diadu (Sabtu, Minggu) malah menclok, atau ga masuk ring atas, atau malah turun di warung kopi hehehe ….

Yang saya ketahui, bulu burung yang kering memiliki beberapa ciri. Untuk mengidentifikasi jenis bulu, sobat dapat menggunakan salah satu indikator. Diantaranya adalah hidung yang putih, tanpa warna merah. Jika burung berada jauh (di atas genteng rumah misalnya), kita masih masih sangat bisa melihat hidungnya yang putih itu. Semakin warna putihnya lebar/ luas, kemungkinan besar burung memiliki bulu yang sangat kering. Selain itu, bulu burung yang keringnya maksimal tidak memantulkan cahaya.

Selain itu, bulu burung yang kering dapat diidentifikasi lewat kaki dan paruh. Burung yang memiliki kaki dan paruh kering (tidak mengkilap), kemungkinan besar memiliki bulu yang kering. Sebaliknya, kaki dan paruh yang mengkilap kemungkinan tingkat kekeringan bulunya diragukan.

Bagi sobat yang lebih berpengalaman, bulu burung merpati yang kering dapat diidentifikasi lewat rabaan tangan. Jika kita raba bulu yang ada dileher, punggung, sampai buntut dengan perlahan, maka tangan kita akan meluncur dengan lancar. Berbeda dengan bulu burung yang basah atau keringnya tidak maksimal, ketika merabanya, tangan kita akan tersendat dan relatif tidak lancar.

Selain bulunya harus kering, pilihlah burung yang berbulu tebal karena burung jenis ini dapat menghemat energinya ketika terbang. Pada hakekatnya, setiap burung merpati memiliki jumlah helai bulu yang sama menempel di badannya. Burung yang memiliki bulu tipis bukan berarti jumlah bulunya lebih sedikit. Namun, struktur dan ketebalan tiap helainya berbeda.  

Bagi senior, tebal tipisnya bulu merpati dapat kita raba dengan perasaan. Bagi pemula, dapat dilihat sepintas lewat bentuk dan posisi bulu ekor. Burung merpati biasanya memiliki jumlah bulu ekor sebanyak 12 helai. Ketika burung dalam posisi berdiri, ekor yang berbulu tebal akan kelihatan menumpuk dan kaku. Berbeda dengan burung yang memiliki bulu yang tipis. Bulu ekornya kelihatan sedikit, menumpuk dengan rapih sehingga kelihatan hanya 3-4 lembar saja, (padahal sama saja memiliki 12 helai), dan tidak kaku.  

Sayap super cekung, super panjang dan lebar yang full

Sayap adalah organ yang sangat penting bagi merpati. Bulu-bulu sayap yang kaku dan rapat, ukuran sayap yang super cembung, lebar, dan panjang sampai ujung ekor membuat merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar dapat terbang tinggi. kondisi seperti ini membuat merpati tetap aman di ring atas. Jika ujung sayapnya sama dengan ujung bulu ekornya, maka burung tersebut senantiasa loncat. Pokoknya ring atas aman.

Sayap burung merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar harus memiliki bentuk yang super cembung. Jika kita rentangkan sayapnya, maka bulu-bulu sayap membentuk cekungan/ cembungan yang sangat signifikan. Semakin cembung sayap burung tersebut, saya dapat menjamin, semakin tinggi burung tersebut terbang di angkasa. Cekungan/ cembungan ini adalah ukuran untuk mengetahui seberapa tinggi ia dapat terbang.

Kemudian, tiap helai bulu sayap harus yang kaku, lebar, dan rapat. Bulu-bulu yang kaku (Sunda: heuras) membantu si burung dalam mengoptimalkan energi ketika ia terbang. Berbeda dengan burung yang memiliki bulu yang lentur mirip anakan (piyik) dan renggang. Dia akan terbang dengan ketinggian yang tidak konsisten tergantung energi yang masih ia punyai.

Selain itu, sayap merpati kolongan yang memiliki bentuk dada yang besar harus super panjang dan super lebar. Logikanya, sayap yang super panjang dan lebar mempermudah burung untuk terbang serta dapat menghemat energy karena burung berdada besar memiliki masa otot yang banyak dan tulang yang besar sehingga bobotnya sendiri di atas rata-rata.

ARTIKEL MENARIK  Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan Buku Sekolah Digital (BSD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *