Ciri Merpati Tinggian Juara

merpatiMemiliki merpati atasan/  tinggian yang bagus dan juara merupakan dambaan setiap penghobi merpati atasan. Apalagi sekarang ini harga merpati atasan yang bagus dibandrol dengan harga yang sangat tinggi. Namun, dari puluhan ribu penggemarnya yang ada di Indonesia hanya sedikit saja yang memahami jenis dan ciri merpati atasan yang baik. Hal ini disebabkan karena kategori/ ciri burung yang bagus sangatlah detail. Setiap kekurangan atau kelebihan burung akan sangat mempengaruhi kinerja burung merpati tinggian. Bagi merpati tinggian, kunci utamanya adalah proporsional.

Artikel ini sengaja saya tulis untuk share ilmu, berbagi pengalaman, untuk membantu semua penyayang jenis unggas ini, terutama para pemula yang selalu gagal mendapatkan merpati atasan yang baik/ juara. Bagi para senior, artikel ini dapat dipakai sebagai perbandingan, bisa dicocokkan dengan burung juara punya kita yang ada di kandang. Semoga bermanfaat.

Menurut saya, ciri-ciri merpati atasan juara adalah ada pada jenis bulu, bentuk dan ukuran sayap, bentuk leher, bentuk badan/dada, tulang dada, kaki, ekor, dan lain-lain. Saya mencoba mendeskripsikannya sebagai berikut:

1. Bulu

Bulu adalah faktor yang paling penting bagi merpati tinggian. Yang saya maksud adalah jenis bulunya yang kering, bukan warna bulu. Bagi saya, warna bulu hanya mempengaruhi penampilan, bukan kinerja. Seekor merpati juara harus memiliki bulu yang kering karena bulu yang kering memiliki kandungan zat tanduk (calcium) yang lebih banyak sehingga bulu relatif lebih kuat tetapi ringan. Sebab bulu kering inilah burung dapat terbang dari start sampai kalang, kemudian terbang lagi, dan terbang lagi tanpa harus menclok atau mogok ditengah jalan. Karena bulu yang kering inilah seekor burung juara bekerja secara konsisten dari pertama giring (hari Rabu), ketika latihan, dan ketika diadu (Sabtu, Minggu) dan konsisten bekerja dari pagi hingga sore. Sebaliknya, burung yang memiliki bulu basah yang parah tidak dapat terbang dari start sampai kalang, mogok ditengah jalan. Sedangkan bulu yang agak basah/keringnya tidak maksimal membuat seekor burung bekerja dengan tidak konsisten. Misalnya pagi bekerja dengan bagus, tapi sore malah jelek. Atau misal dari pertama giring (hari Rabu), ketika latihan sampai hari Jumat, burung bekerja dengan baik. Akan tetapi  ketika diadu (Sabtu, Minggu) malah menclok, atau ga masuk ring atas, atau ga masuk patek, atau malah turun di warung kopi hehehe ….

Dari kondisi bulu ini, kita dapat mengidentifikasi seberapa besar daya jelajah burung merpati ini, karena seperti kita tahu, kekuatan terbang seekor burung merpati berbeda antar satu sama lain. ada yang kuat terbang 5 kali dari titik start misalnya, ada pula 10 kali, 15 kali, dan seterusnya. Ada pula burung yang kuat terbang tak terhingga lebih dari 15 kali terbang dari start per hari). 

Yang saya ketahui, bulu burung yang kering memiliki beberapa ciri. Untuk mengidentifikasi jenis bulu kering ini, sobat dapat menggunakan salah satu indikator. Diantaranya adalah hidung yang putih, tanpa warna merah. Jika burung berada jauh (di atas genteng rumah misalnya), kita masih masih sangat bisa melihat hidungnya yang putih itu. Semakin putihnya lebar/ luas, kemungkinan besar burung memiliki bulu yang sangat kering.

Bulu burung yang keringnya maksimal juga tidak memantulkan cahaya.

Selain itu, bulu burung yang kering dapat diidentifikasi lewat kaki dan paruh. Burung yang memiliki kaki dan paruh kering (tidak mengkilap), kemungkinan besar memiliki bulu yang kering. Sebaliknya, kaki dan paruh yang mengkilap kemungkinan tingkat kekeringan bulunya diragukan.

Bagi sobat yang lebih berpengalaman, bulu burung merpati yang kering dapat diidentifikasi lewat rabaan tangan. Jika kita raba bulu yang ada dileher, punggung, sampai buntut dengan perlahan, maka tangan kita akan meluncur dengan lancar. Berbeda dengan bulu burung yang basah atau keringnya tidak maksimal, ketika merabanya, tangan kita akan tersendat dan relatif tidak lancar.

Selain bulunya harus kering, pilihlah burung yang berbulu tebal karena burung jenis ini dapat menghemat energinya ketika terbang.

2. Sayap

Sayap adalah organ yang sangat penting bagi semua unggas, termasuk merpati. Bulu-bulu sayap yang tidak terlalu kaku, ukuran sayap yang cembung, lebar, dan panjang membuat merpati dapat terbang tinggi, malahan sangat tinggi. Apalagi bagi merpati tinggian yang sering mengikuti lomba. Menurut saya, bulu-bulu sayap yang tidak terlalu kaku/ lentur, bentuk sayap yang cembung, lebar, dan panjang membuat merpati aman di ring atas apalagi kalau burung tersebut memiliki pinggang yang besar, tidak ngejantung. Ditambah lagi jika ujung sayapnya sama dengan ujung bulu ekornya, maka burung tersebut tidak akan pernah gagal ring atas, tidak masuk ke bawah ring, bahkan ia akan senantiasa loncat. Pokoknya ring atas aman.

merpati 4Sayap burung merpati tinggian yang baik di antaranya adalah memiliki bentuk yang cembung. Jika kita rentangkan sayapnya, maka bulu-bulu sayap membentuk cekungan/ cembungan. Semakin cembung sayap burung tersebut, saya dapat menjamin, semakin tinggi burung tersebut terbang di angkasa. Cekungan/ cembungan ini adalah ukuran untuk mengetahui seberapa tinggi ia dapat terbang.

merpati 3Kemudian, tiap helai bulu sayap harus yang lentur. Bulu-bulu yang kaku (Sunda: heuras) sulit bagi burung merpati untuk konsisten di atas udara/ mudah menukik sehingga sulit untuk melampaui ring atas. Sedangkan bulu sayap lentur membantu si burung dalam mengoptimalkan energi ketika ia terbang karena sangat aerodinamis. Tapi hati-hati, berbeda dengan burung yang memiliki bulu yang sangat lentur mirip anakan (piyik). Dia akan terbang dengan ketinggian yang tidak konsisten pula tergantung energi yang masih ia punyai.

merpati 6merpati 5Selain itu, sayap merpati tinggian yang baik harus panjang dan lebar. Logikanya, sayap yang panjang dan lebar mempermudah burung untuk terbang serta dapat menghemat energi. Contoh burung lain yang memilikinya adalah camar dan kapinis (walet). Hidari burung merpati yang memiliki sayap pendek (cebol) karena burung ini akan terbang seperti burung gereja atau burung pipit karena mereka terbang dengan ketinggian yang tidak konsisten (seperti piyik terbang)… Untuk mengukur panjang dan lebar yang optimal pada sayap merpati tinggian, kita dapat melihat dan membandingkan ujung sayap dengan ujung bulu ekor. Pilihlah burung yang memiliki sayap sama atau sangat dekat dengan bulu ekor, dengan jarak terjauh 5 mm. Contoh seperti gambar-gambar di atas. Untuk lomba merpati tinggian, jenis sayap dalam kedua gambar tersebut menjamin burung aman di ring atas selain faktor pendukung lain seperti pinggang yang besar. Dia tidak akan pernah sekali-kali gagal. Malahan, mereka senang terbang, tidak hanya di tempat lomba, di kandang pun mereka akan sering terbang sendiri.

Hindari lar/ bulu sayap yang sangat kaku. Burung tipe ini akan sangat sensitif kalau melihat kalang. Seberapa tingginya pun ia terbang akan langsung turun, habis, sehingga ring atas menjadi tidak aman. 

Adapula burung yang memiliki bulu-bulu sayap yang renggang. Hati-hati, burung tipe ini memiliki kecepatan dalam jarak dekat. Jika ia terbang tinggi, akan kita lihat kepakan sayapnya yang relatif sering jika dibandingkan dengan burung lain. Bagaimana jika dalam kondisi terbang jarak jauh, dari start misal? Itu hal lain. Hasilnya bisa jadi berbeda. 

3. Badan

merpati 8Badan merpati tinggian yang bagus biasanya kenyal atau empuk. Burung berbadan kenyal akan lebih cepat dari pada burung berbadan empuk. Namun, burung berbadan empuk lebih mudah mengendalikan dirinya dalam manuver ketika turun, khususnya ketika ia turun arah jam 12. Ketika kita pegang seperti gambar di atas, bahu sayap (lengan sayap) harus rapat ke badan. Jenis seperti ini akan turun dengan relatif lebih cepat karena bentuk badan seperti ini aerodinamis, sangat minimal melawan angin. Berbeda dengan burung yang jika kita pegang bahu sayapnya menonjol ke luar/ ke depan. Jenis seperti ini cenderung lambat ketika turun dari atas karena ketika ia turun sayapnya cenderung terbuka dan melawan angin. Maklum, jenis seperti ini menggunakan sayapnya untuk rem.

Selain itu, pilihlah bentuk badan yang siluetnya mirip ikan gabus, ngabogo orang sunda bilang atau ngalodong atau ekstrimnya seperti bentuk aqua gelas. Burung seperti ini memiliki badan bagian depan yang tidak terlalu besar dan memiliki pinggang yang lumayan besar. Biasanya bentuk badan seperti ini bagus dalam teknik ring, selalu masuk ring walau datang dari arah depan ataupun samping. Ia akan anteng, tidak terlalu sensitif. 

4. Tulang

merpati 8Sebagian pakar menyebutkan cepat dan lambatnya merpati terletak pada tulang. Saya pun setuju. Namun, burung merpati tinggian yang bagus memiliki struktur tulang yang proporsional, tidak terlalu tebal tidak pula terlalu tipis. Struktur tulang yang proporsional dapat kita identifikasi ketika burung kita pegang seperti gambar di samping dan lihat dari arah depan. Ujung depan tulang dada tidak lebih bawah dari ujung sayap. Ini menandakan bahwa tulang burung tersebut terlalu besar. Burung seperti ini pasti super cepat tapi belum tentu bagus karena faktor lain (organ lain) harus sesuai seperti bulu, sayap dll. Jangan sampai bulu dan sayapnya tidak mampu membawa tulang dan ototnya sendiri untuk terbang. Sebaliknya, ujung depan tulang dada tidak lebih atas dari ujung sayap. Ini menandakan bahwa tulang burung tersebut terlalu tipis. Merpati bertulang tipis akan terbang seperti kupu-kupu, terlalu ringan. Maka dari itu, pilih burung yang memiliki struktur tulang yang proporsional yaitu jika tampak depan, sayap kiri, ujung bawah tulang dada, dan sayap kanan terlihat rata membentuk garis horizontal. 

Namun, sekarang ini penggemar merpati tinggi semakin banyak. Otomatis persaingan semakin tajam. Oleh sebab itu, tulang yang besar menjadi keharusan. Jika tidak, maka burung kita tidak akan bisa lolos 20 besar karena dalam tahap ini burung yang tidak memiliki kecepatan akan menjadi pelatih saja, untulan saja bagi peserta lain. 

Akan tetapi, burung cepat dengan tulang besar harus mendapatkan treatment latihan yang berbeda, resiko gagalnya pun besar, rentan cidera, mogok dll. Apalagi masalah durasi latihan yang sangat lama, bukannya tiga giringan malahan bisa samapai tiga rampasan, tiga kali mabung ganti bulu. Namun, hal itu sepadan dengan hasil yang akan kita peroleh jika burung kita jadi juara.

5. Mata

Ini adalah hal yang tersulit. Beberapa pakar mengatakan bahwa jenis mata sangat mempengaruhi kemampuan seekor burung merpati untuk turun dari ketinggian yang amat sangat. Seperti kita tahu bahwa jenis mata ada yang kuning, merah, putih, hitam, dll. Mereka bilang bahwa bola mata sangat erat menentukan bagaimana si burung tersebut terbang ke target dengan cepat, pada umumnya bola mata yang baik pada merpati haruslah responsif terhadap cahaya. “Bila terkena paparan sinar matahari maka pupil harus mengecil, ingat mengecil bukan setengah-setengah, bila tidak segera ganti burung yang lain”, katanya.

Memang, ada burung merpati tinggian yang memiliki mata yang sangat bagus, jernih, hitamnya tidak pecah, pupilnya mengecil/ membesar, dll. Dengan mata seperti ini memungkinkan bagi seekor merpati yang terbang sangat tinggi untuk bisa melihat betinanya dengan jelas. Oleh karenanya, burung tersebut sangat jarang salah betina atau salah meja.     

Tetapi suatu ketika saya punya sobat yang biasa melatih merpati tinggiannya bersama saya. Merpati punya dia memiliki dua lingkaran hitam pada bola matanya yang pecah. Sepintas lingkaran hitam tersebut seperti menetes hehehe… Semua orang memperoloknya (tidak terkecuali saya). Namun tidak disangka, merpatinya itu benar-benar tinggian dan dahsyatnya lagi dia mampu turun dari ketinggian yang amat sangat.

merpati 9Setelah saya bereksperimen selama belasan tahun saya menyimpulkan ternyata bukan hanya jenis matanya yang menentukan merpati dapat turun dari ketinggian yang amat sangat. Akan tetapi, posisi matanya juga menentukan. Untuk jelasnya lihat gambar di atas. Posisi mata harus berada jauh di dalam sehingga mata benar-benar terlindungi dari angin. Bagi saya, posisi mata inilah yang dapat menjadi ukuran seberapa tinggi burung merpati saya mampu turun. Ingat, kendala terbesar bagi mata merpati tinggian adalah angin. Jika mata merpati terlalu keluar, seperti halnya kita naik motor berkecepatan tinggi tanpa memakai kacamata atau helm tertutup. Apa yang terjadi? Mata kita tidak kuat, merem, dan berair. Di burung, bisa saja dia salah betina, salah patek, atau ga jadi turun, ga sampai di patek karena matanya dah ga kuat lagi digesek angin.

merpati 13Ketika merpati terbang, ia harus mempunyai bemper depan yang bagus untuk melindungi matanyanya dari angin dari arah depan (seperti gambar di samping). Namun berbeda ketika merpati turun menukik, merpati harus punya bember depan, atas, belakang yang dapat melindungi matanya. Kenapa? Karena ketika posisi menukik, angin bukan hanya datang dari arah depan burung saja akan tetapi angin dari arah samping juga sama kencengnya. Untuk mengidentifikasi bemper depan, atas dan belakang ini, biasanya saya melihat mata burung dari arah depan, atas, dan belakang kepala. Burung yang bisa turun dari ketinggian super adalah burung yang memiliki posisi bola mata yang sangat dalam sehingga ketika saya melihat matanya dari depan, atas, dan belakang kepalanya, matanya tersebut benar-benar tidak kelihatan.  Kasarnya, mata merpati yang baik harus dikelilingi oleh bemper yang dapat melindunginya dari angin dari berbagai arah.

Yang kita bahas tadi mata ideal jika burung kita dalam ketinggian yang ekstreem. Faktanya di lapangan sekarang, sebagian besar peserta terbang dengan ketinggian yang sedang bahkan rendah sehingga joki masih mampu melihat warna burung atau dapat membedakan burungnya dan burung musuhnya. Nah, dalam ketinggian seperti ini kualitas mata tidak terlalu berpengaruh signifikan.   

6. Leher

Untuk leher merpati, pilihlah leher yang tidak terlalu panjang. Jika tulang leher terlalu panjang, maka merpati akan sangat kesulitan jika harus beradu kontak fisik dengan lawan, di atas udara maupun di kandang. Merpati jenis ini rentan cidera karena struktur tulang lehernya renggang dan tipis sehingga tingkat keberaniannya pun kurang. 

7. Ekor

marpati 10Bagi merpati dan unggas lain yang suka terbang, ekor adalah kemudi. Dalam dunia lomba merpati tinggian, jenis ekor ini menentukan gaya ketika merpati turun, shoot atas, aman patek atau tidak. Ekor yang bagus bagi merpati tinggian adalah ekor yang kaku pangkalnya dan rata ujungnya. Yang paling bagus adalah ekor yang sangat rata kayak digunting saja karena ekor jenis ini menghasilkan garis yang sangat lurus ketika burung turun, tidak zig-zag. Logikanya, garis lurus akan lebih pendek dari pada garis yang zig-zag.

Selain itu, ekor yang pangkalnya kaku ini salah satu syarat yang menjamin burung tidak bakalan gagal patek, tidak mungkin meleset. Walaupun ada sarat yang lain yaitu kaki yang panjang.

Wajib, perlu diperhatikan pangkal ekor burung harus kaku. Kalau pangkalnya loncer/lemas maka burung tidak akan pernah landing di meja. Ia akan landing di kurung atau atap warung kopi hehehe..

Ada fenomena lain, hasil penelitian saya terhadap merpati tinggian yang memiliki karakter shoot atasnya yang panjang. Dari sekitar 15 ekor merpati yang memiliki gaya turun yang sama, saya teliti dan ternyata mereka memiliki satu persamaan. Yakni, bentuk keduabelas bulu/ lar buntut yang kecil-kecil mungkin sebesar jari tengah orang dewasa. Selain itu, ujung buntutnya rata.

8. Kepala

merpati-14.jpgKepala merupakan simbol karakter/ sifat merpati. Ada yang bulat, 90 derajat, 45 derajat dll. Biasanya semakin lancip kepala merpati, maka ia memiliki ngotot, rasa tidak mau kalah yang tinggi, dan cepat/ agresif. Sebagian orang suka kepala yang lancip karena ngototnya. Burung ini ga mau kita buka sayapnya, kakinya selalu tegang. Tapi hati-hati, jangan sampai rasa tidak mau kalahnya itu membuat burung tidak aman di ring atas. Makanya, merpati berkepala 45 derajat harus mutlak wajib memiliki sayap yang super cembung, panjang, dan lebar, serta memiliki pinggang yang besar pula. Jadi, sebagaimanapun ngototnya dia, ring atas tetap aman.

Saya pribadi lebih suka kepala bulat (90 derajat).  Ring atas selalu aman karena dia anteng, tidak terpengaruh oleh musuh. Namun, burung seperti ini memiliki karakter mengayomi, bahkan jika musuhnya ketinggalan, maka ia tidak segan untuk kembali ke start mengajak musuhnya pulang sama-sama heheheh … Ga apa-apa, mas. Toh di atas kalang mah, tetap aja burung saya yang menang hahahha…

9. Kaki

velntono-rossi-andrea-doviziosoBurung merpati tinggian yang bagus memiliki kaki yang panjang (terutama bagi burung yang memiliki kecepatan tinggi). Kaki disini berfungsi untuk membantu ekor (kemudi) dalam koordinasi, mengendalikan badan burung ketika landing.  Tangkas atau tidaknya burung merpati tinggian dipengaruhi oleh panjang atau pendeknya kaki. Layaknya Rossi dan Dovisioso dalam foto di samping ini.  Intinya, kaki membantu kemudi agar berfungsi dengan sempurna, tidak nabrak. ini adalah syarat lain untuk jaminan landing di meja, selain pangkal ekor yang kaku.

Panjang atau pendeknya kaki burung dapat dilihat secara kasat mata. Atau, anda dapat mengetahuinya dengan cara memegang merpati anda seperti biasa. Kaki yang panjang bisa sejajar dengan ujung sayap atau bahkan jari-jari kakinya menerobos di antara bulu-bulu ekor. Hati-hati, burung seperti ini mampu turun vertikal (arah jam 12) walau pun badannya panjang.

Sedangkan kaki yang pendek, anda dapat mengetahuinya dengan cara memegang merpati anda seperti biasa. Tangan kita akan memegang jari-jari kaki burung, bukan betisnya, bukan pula pahanya.

Bagaimana gaya burung landing jika memiliki kecepatan tinggi tetapi kakinya pendek? Dalam jarak dekat, ia akan landing 20 cm di belakang betina. Dalam jarak jauh, ia akan landing di pinggir meja, di bahu joki, atau landing di tanah. Semakin tinggi, semakin bahaya baginya. Tak jarang burung seperti ini mati gara-gara landing di tanah.

10. Paruh dan Kuku

merpati 17merpati 16Paruh dan kuku merupakan simbol struktur tulang secara keseluruhan. Pilih burung yang memiliki paruh ramping, otomatis kuku jari kakinya pun akan relatif panjang karena lomba merpati tinggian adalah adu ketangkasan, bukan seperti adu ayam. Disini tidak perlu tulang yang amat besar dan tebal, tapi yang kita perlukan adalah yang proporsional. Contoh paruh yang ramping adalah mirip burung ocehan. Burung yang memiliki paruh seperti ini akan mudah dikendalikan, mudah turun walaupun dalam ketinggian yang amat sangat.

Yang kita bahas tadi paruh ideal jika burung kita dalam ketinggian yang ekstreem. Namun sekali lagi faktanya di lapangan sekarang, sebagian besar peserta terbang dengan ketinggian yang sedang bahkan rendah sehingga joki masih mampu melihat warna burung atau dapat membedakan burungnya dan burung musuhnya. Nah, dalam ketinggian seperti ini kualitas paruh tidak terlalu berpengaruh signifikan.   

Walaupun masih ada ciri-ciri merpati tinggian juara yang lainnya, namun untuk sementara sekian aja dulu. Semoga bermanfaat.

 

ARTIKEL MENARIK  Gambar Asuransi

 

3 comments

  1. Informasi yang menarik untuk yang sedang mencari merpati berkualitas juara, sangat menambah wawasan terutama dari segi rabaan merpati / katuranggan merpati yang bagus,, terimakasih

  2. Good… Informasi yg sangat bermanfaat. Thanks..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *